Shock, itu yang pertama kali saya rasakan waktu iseng beli testpack dan melihat hasilnya. dua garis merah terpampang nyata di depan mata. Walau dari awal saya memng tak ikut program KB, namun tetap saja momen hamil lagi itu mengejutkan. Secara dari usia saya sudah 35, anak juga sudah tiga, ditambah kesibukan setiap hari dan pengaturan ber-KB ala kami yang selama ini rasanya fine-fine aja, tetiba saya merasa mood saya berubah turun naik dan haid tak datang di tanggal biasanya dia berkunjung. Dan ketika ditest mandiri, saya pun terbengong-bengong.
Suami pun sama bengongnya dan bilang: wow, kita masih akan punya anak lagi. Tapi dia sumringah, seperti biasanya. Yang cemberut tentu saja kakak-kakaknya. Hazel si sulung langsung bilang: ih, masa aku punya adik lagi sih? Dan saya jawab: mamah nggak pernah berencana untuk hamil lagi, tapi kenyataannya Allah kasih lagi. Begitu pun calon adik kamu ini, apakah dia bisa memilih dilahirkan oleh siapa? Tidak, kan? Sama seperti dulu Allah titipkan kamu di rahim mamah. Dan seketika dia tersenyum. Berbincang dengan Hazel harus selalu penuh logika, seperti halnya dengan kedua adiknya, Ica dan Kaukab, jika tidak, maka mereka akan terus mencecar dengan pertanyaan dan pernyataan.
Setelah berhasil menguasai perasaan dan keadaan, saya pun menghitung bahwa usia kandungan saya saat ini memasuki minggu ke-5. Mulai terasa mood yang turun naik begitu fluktuatif, mencium ini-itu terasa bau, nyupir beberapa saat juga sudah mulai mual dan seperti jadi penumpang yang rindu keresek untuk menumpahkan segenap perasaan. Minum terasa duri, makan terasa sekam, etdah, kayak yang kangen seseorang aja, ahahahha...
Pilih-pilih susu kehamilan di minimarket dengan penuh semangat, giliran minumnya mulai deh kayak drama, benci tapi rindu, wkwkwkwkwk....
Yang pasti tak sedikitpun kehamilan ini membuat saya menolak orderan kue di mumtaaz atau menghentikan langkah saya ke Urban Cafe. Buat saya tanggung jawab tetaplah sebuah tanggung jawab yang harus tetap ditunaikan meski apapun yang terjadi. Dan saya juga berpikir bahwa Allah titipkan lagi anak pada saya karena saya mampu, atau dimampukan olehNya hingga tak ada alasan bagi saya untuk bermalas-malasan hanya karena ngidam.
Karenanya saya tetap menjalankan usaha saya, Mumtaaz Cakes & Catering, saya pun tetap mengajar di PAUD Ramdhani, tetap berusaha aktif di kegiatan sosial, juga tetap menjalani tugas saya di Urban.
Saya selalu percaya, ketika kita menjalani semuanya dengan syukur dan bahagia, maka apapun akan terasa mudah....
#HanyaCatatanSiti