SOLUSI MEMBAYAR UTANG



Sebenarnya paling males kalo ngebahas soal utang. Tapi gara-gara lihat iklan solusi menutup utang dalam 30 hari, yang katanya utang ke bank ratusan juta rupiah juga bakal ketutup dengan ngikutin panduan yang dapat didownload setelah mentransfer sekia rupiah ke yang punya panduan. Disertakan pula bagaimana ia terpuruk karena hutang yang menggunung lalu bisa bangkit lagi dan melunasi utangnya dalam waktu singkat. Cukup meyakinkan sih iklannya, tapi meragukan buat saya mah.
                Logika saya, hutang uang ya harus dibayar dengan uang. Dan saat terpuruk dengan lilitan uang, rasanya hampir tak ada orang yang akan memberikan pinjaman lagi karena dengan utang yang macet otomatis kredebilitas jadi menurun. Lalu darimana datangnya uang yang diperlukan untuk membayar utang yang sudah menumpuk?
                Menutup utang dengan utang hanya akan menambah beban saja. Misalkan dengan utang 200 juta, lalu ada yang bersedia meminjamkan uang sebesar 250 juta lagi. 200 juta dibayakan untuk menutup utang yang pertama, lalu sisa yang 50 juta dijadikan modal usaha dengan harapan akan bisa mencicil utang yang jadi 250 juta. 50 juta itu tak bisa semuanya dijadikan modal, karena cicilan pertama sudah harus dipikirkan. Belum lagi resiko usaha yang baru mulai biasanya belum dapat menghasilkan pendapatan yang sesuai harapan.
                Atau memilih hanya membayar utang yang pertama 100 juta saja, sisanya digunakan untuk modal. Itu artinya menambah lobang utang, menambah beban pikiran. Sisanya yang 150 juta pun kembali harus dipotong untuk persiapan cicilan awal, juga resiko usaha yang belum tentu langsung menanjak labanya.
                Jadi bagaimana agar utang cepat lunas????
                NIAT!
                Niat adalah hal utama yang harus dimiliki untuk dapat melunasi utang. Niat yang sungguh-sungguh, yaaa… bukan niat yang cuma selintas saja. Banyak orang yang yang punya utang, ketika ia memiliki rezeki yang dapat dibayarkan untuk utang justru rezeki itu digunakan untuk hal-hal yang sebenarnya tak terlalu penting. Misalkan malah membeli mainan untuk anak, pakaian, kosmetik, jalan-jalan, dan mengakhirkan membayar utang hingga akhirnya utang kembali terbengkalai.
                Kalau niat sudah diazzamkan dalam hati, maka mulailah dengan mencatat semua utang yang dimiliki. Catat semua utang dari yang terkecil sampai yang terbesar. Karena sekecil apapun utang, tetaplah akan diminta pertanggungannya hingga ke akhirat. Bahkan menurut sebuah hadist Nabi, orang yang berniat tidak membayar utangnya maka ia akan dihadapkan pada Allah sebagai seorang pencuri. Bahkan Nabi pun enggan mendo’akan jenazah yang masih menanggung utang, karena do’anya akan terhalang oleh utang itu. Bayangkan, do’a Rasulallah pun yang begitu mulia tak bisa sampai karena terhalang utang si jenazah, apalagi do’a kita yang hanya manusia biasa berlumur dosa….
                Setelah dicatat dengan rinci, berdo’alah. Sampaikan pada Allah bahwa semua utang itu ingin segera terhapus dari lembaran hidup. Yakinlah Allah akan memberi jalan dan melepaskan semua utang itu. Tentu saja, asal kita niat.
                Kemudian ketika rezeki datang, tahan dulu godaan untuk membeli ini dan itu, hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Gunakan hanya untuk kepentingan pokok, semisal makan-minum yang utama, bukan yang bermewah-mewah, yaa…! Lalu jajan anak secukupnya, dan jangan lupa sedekahkan sebagian. Karena sedekah satu akan dibalas sepuluh oleh Allah, dan juga sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan mengundang rezeki yang lebih banyak lagi.
                Setelah itu, sisihkan untuk membayar utang. Dimulai dari yang terkecil atau yang sudah urgent karena sang pemberi utang sudah sangat memerlukan uang yang dipinjam. Rasakan kebahagiaan karena kita sudah bisa mengurangi jumlah utang. Kebahagiaan yang diapresiasi dengan baik oleh hati akan mengajak kita untuk semakin rajin membayar utang, hingga akhirnya utangpun selesai. Jadi hindarkan perasaan berat ketika mengeluarkan uang untuk membayar utang. Sebaliknya rasakan kebahgiaan dan kenyamanan di dalam hati ketika membayar utang.
                Bagaimana bila utang yang besar itu harus segera dilunasi dan tak ada rezeki yang datang dalam jumlah besar? Jual dahulu property yang ada. Jual? Iya!
                Atuh malu sama orang kalau ketahuan jual rumah hanya untuk bayar utang, begitu kira-kira gengsi bicara. Lalu apakah tidak malu bila terus menerus ditagih? Apakah tenang hidup dikejar utang?
                Bila memiliki property yang nilainya lebih besar dari utang, maka menjualnya adalah pilihan yang tepat. Niatkan untuk melunasi semua utang, lalu sisanya digunakan untuk membeli property dengan harga yang lebih kecil dan juga untuk modal usaha. Mungkin dengan itu zona nyaman jadi berubah. Tadinya tinggal di real estate, jadi tinggal di komplek pinggir kota. Tadinya rumah bertingkat, jadi rumah tipe 21. Tapi kan nyaman! Ya, nyaman karena utang sudah lunas. Nyaman karena tidak ada lagi yang ngejar-ngejar karena harus segera bayar utang. Nyaman karena jadi tiis ceuli herang mata, kata peribahasa sundanya mah….
                Karena utang sudah lunas, maka berapapun sisanya untuk modal adalah modal yang adem, modal yang penuh, modal yang bikin kita usaha dengan hati lepas tanpa beban , tanpa harus mikirin cicilan lagi. Dan karena kita memulai usaha dengan hati yang tenang, insyaa Allah hasilnya juga jauh lebih memuaskan.  Dan setelah itu usahakan jangan lagi tergoda untuk memulai berutang. Belajarlah dari kesalahan yang lalu.
                Lalu bagaimana kalau tidak punya property untuk dijual??? Hufffttt….!!!
                Kalau gini situasinya, usahakan untuk jujur pada sang pemberi utang. Mintalah keringanan, semisal cicilannya jadi berkurang dengan tempo yang diperpanjang, atau apalah yang bisa membuat ruang waktu untuk mengumpulkan uang pembayar utang itu. Tapi harus serius, yaaa…! Jangan sampai keringanan yang diberikan dijadikan alasan untuk menunda-nunda pembayaran utang. Kasihan dong sama yang ngasih pinjaman juga, dulu pas ngutang melas-melas biar dikasih. Giliran bayar, gantian yang minjemin melas-melas nagihnya.
                Segitu aja dulu saran dari saya buat solusi membayar utang. Niatin, yaaa! Bila ada niat, pasti ada jalan. Semangat!!!