IKHLAS

Mudahnya mengucapkan kata ikhlas, I_K_H_L_A_S... Simpel, mudah dan tak perlu waktu lama. Namun kadang mengucapkan lebih mudah daripada hati melakukannya. Huft...
Dibohongi sekali, ikhlas. Dibohongi kedua kalinya, ikhlas juga. Tiga kali, empat kali, lalu kali-kali yang selanjautnya... Masihkah bisa mengucapkan ikhlas? Capek dehhhh.... Mungkin itu yang lebih mudah diucapkan.... Hmmmm....
Orang yang terus-menerus berbohong hanya untuk membela diri, bukanlah orang yang tepat untuk terus diyakini, dipercayai, diberi keikhlasan, mungkin yang tepat adalah ditinggalkan. Ya, ditinggalkan.....
Jadi ketika menemui orang yang seperti ini adalah ikhlas untuk menjauh darinya, ikhlas untuk melupakannya, ikhlas untuk membuka hari baru tanpa berdekatan dengannya.
Bisa?
Kenapa nggak?
(Tapi sakit, Teh. Sakitnya tuh disini....)
Haruuuuuhhhh.... terus mau aja terus-terusan disakitin?
(Nggak, Teh....)
Ya udah, ikhlasin aja dia pergi kalau gitu mah...
(Tapi saya yakin dia bisa berubah, Teh...)
Ketika kepercayaan yang diberikan terus-menerus disalah-gunakan, maka mungkin saatnya untuk menyerah pada keyakinan bahwa kita bisa membuat orang yang kita cintai berubah.
(Koq gitu, Teh?)
Huft...... Sepertinya keyakinan kamu yang harus dirubah, yakinlah bahwa dunia ini luas, bahwa bukan hanya dia lelaki yang pantas untuk kamu cintai, bahwa Allah telah menyiapkan skenario lain untuk kebahagiaanmu...
(Tapi saya mencintainya, Teh...)
Seseorang yang benar-benar mencintaimu tak kan terus-menerus menyakitimu.... Jadi percuma saja menguatkan hati untuk orang yang tidak mencintaimu. Mending lanjutkan hidup kamu dengan hati yang tak sakit lagi....
(Gitu ya, Teh?)
Ya. Bukan hal yang sulit bagi Allah untuk membalikkan keadaan. Jadi ketika suatu saat kamu bisa bahagia dan ia tersungkur dengan jalannya, maka bukan tak mungkin Allah menghadirkan ia kembali datang memelas di kakimu....

### Kalau dicurhatin sama orang yang lagi patah hati teh, ya kayak gini... Huft... Ikhlas....###