BALSEM... OH BALSEM....

Mulai mengajar lagi setelah dua hari libur, ramai dikelilingi ibu-ibu yang ngantar anaknya sambil cerita tentang uang kompensasi kenaikan BBM yang baru dibagikan kemarin. Saya senyum-senyum saja mendengar cerita mereka, dan turut senang dengan kebahagiaan mereka menerima uang itu, walaupun saya sendiri tak termasuk kedalam warga penerima dana BLT atau BLSM atau apapun itu. Buat saya melihat mereka tersenyum dan tertawa riang sudah menjadi sesuatu hal yang juga membahagiakan saya, sambil berharap semoga saja dengan uang itu berkah dan bermanfaat panjang.
Saya ingat waktu pertama kali dibagikan BLT zaman Presiden SBY dulu, saat itu saya masih tinggal di Bandung. Sama seperti sekarang, dulu pun saya tak mendapat bagian kartu itu, walau saya pun ikut merasakan dampak kenaikan BBM, qiqiqi.. Kata tetangga saya dulu, saya sudah cukup kaya untuk mendapat kartu itu, aamiin...
Yang terjadi kemudian adalah banyaknya tetangga yang menggadaikan kartu BLT kepada rentenir selama jeda antara turunnya dana berikutnya. Misalkan ketika sebulan lagi menjelang pencairan BLT, maka sudah banyak warga yang menggadaikan kartu itu. Saat itu dana yang turun per-orang 400 ribuan, dan digadaikan seharga 200 ribuan. Waktu itu pun ada yang ingin menggadaikan kartunya pada saya, tapi saya tolak. Buat saya itu adalah riba dan juga gambling, bagaimana tidak, pinjaman 200 ribu dibayar jadi 400 ribu, Itu pun kalau pas turun dananya. Kalau tidak?
Saya lebih suka membantu tanpa ada embel-embel bunga atau uang lebihan, itupun kalau saya sedang ada uang dan yang meminjamnya benar-benar kesusahan, bukan untuk keperluan yang sebenarnya masih bisa ditangguhkan.
Dan ketika dana itu turun, mulai lah saya dengar keluh-kesah ibu-ibu yang menggadaikan kartunya. Mereka ke kantor pos, berdesakan, panas-panasan, lalu uangnya diberikan pada sang rentenir. Dan sang rentenir itu tak memberikan sepeser pun uang upah lelah bagi ibu-ibu itu. Miris hati saya mendengarnya.
Untunglah di tempat saya yang sekarang tak ada ibu-ibu yang menggadaikan kartu BLTnya. Dan semoga saja dana itu benar-benar tepat sasaran dan dana subsidinya jadi dana pembangunan yang benar-benar terealisasi. Aamiin...